ibu, engkau wanita yang mulia di mataku
kau mengandungku 9 bulan lamanya.
kau merawatku dengan nafasmu
kau baluti tubuhku dengan cintamu
Saat jemari kakiku belum mampu untuk berpijak
kau mengajariku untuk berdiri kokoh.
saat ku belum mampu menggenggam.
kau genggam tangan ini dengan kelembutanmu
Kupandang wajahmu ketika engkau tidur
nampak jelas cahaya yang bersinar
ketika kau terbangun dari tidurmu
bola matamu memancarkan cinta untukku
Aku tak tahu ketika nantinya kau pergi
dan kulihat engkau terbujur kaku
ketika ku tak lagi lihat bola matamu itu
ketika ku tak merasakan lembutnya tanganmu
Sungguh indah semua yang kau beri
kasih, sayang, cinta dan pengorbananmu
bahkan semua itu tak dapat kurangkai dengan kata-kata
terima kasih ibu untuk cintamu.
diposkan oleh : Gita Pradina (09)
Cinta Ibu
" Usman Janatin, Pahlawan yang Terlupakan "
Aksi kedua prajurit Angkatan Laut itu merupakan bagian dari perang yang dicanangkan pemerintah RI terhadap Malaysia, yang kondang dengan sebutan Ganyang Malaysia. Bagi pemerintah Singapura, Usman dan Harun dicap teroris. Tapi bagi Indonesia, keduanya dianugerahi gelar pahwawan dan jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta.
Setelah puluhan tahun, nama Usman Janatin dan Harun Said nyaris tidak terdengar. Bahkan di Purbalingga, tempat kelahiran Usman Janatin, tidak banyak warga yang mengenalnya. Nama Usman Janatin baru mulai dikenal ketika pada 2009, Bupati Purbalingga waktu itu, Drs Triyono Budi Sasongko MSi membangun sebuah taman kota dan diberi nama Usman Janatin City Park alias Taman Kota Usman Janatin.
Kini, namanya semakin sering disebut-sebut menyusul protes Singapura terhadap kebijakan TNI AL yang hendak menamakan salah satu kapal perangnya dengan sebutan KRI Usman Harun.
Usman Janatin bin H Ali Hasan lahir 18 Maret 1943 di Dukuh Tawangsari Desa Jatisaba, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga. Anak kesepuluh dari 11 bersaudara pasangan Ali Hasan dan Rukiyah itu bergabung dengan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI-kini TNI AL) setelah melalui pendidikan militer di Korps Komando Operasi Angkatan Laut di Malang pada 1962.
Usai menjalani pendidikan militer, Usman ditugaskan kesatuannya melakukan penyusupan ke Singapura dalam mengemban tugas Dwikora. Saat itu, Presiden RI Soekarno tengah melancarkan perang dengan negara jiran Malaysia.
Dalam berbagai literatur disebutkan, pada 1964 Presiden Soekarno mengumumkan perang terhadap Malaysia dan dikenal dengan sebutan "Ganyang Malaysia'. Soekarno geram terhadap rencana Federasi Malayasia atau Persekutuan Tanah Melayu menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak kedalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan perjanjian Manila Accord.
"Ketika itu dia baru pulang bertugas Trikora di Irian Barat. Belum lama pulang dia dikirim lagi untuk tugas Dwikora ke Singapura untuk menggagalkan pembentukan negara Malaysia boneka Inggris," ujarnya.
Pada 8 Maret 1965, Usman dan dua rekannya sesama anggota KKO disusupkan ke Singapura melalui jalur laut. Bersama dua rekannya, termasuk Harun, Usman berhasil meledakkan obyek vital di Singapura untuk membuat kepanikan warganya. Upayanya kembali ke Indonesia gagal karena Usman dan Harun tertangkap oleh patroli laut setelah motorboat yang dikemudikannya kehabiasan bahan bakar.
Dua anggota KKO itu sempat dikurung di penjara Changi selama 3,5 tahun. Pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman mati kepada kedua prajurit itu. Upaya pemerintah Presiden Soeharto memintakan ampunan bagi kedua tentaranya tidak membuahkan hasil. Usman dan Harun menemui ajalnya di tiang gantungan di penjara itu pada 17 Okteber 1968.
Gugur dalam tugas negara, pemerintahan Soeharto menganugerahi gelar pahlawan bagi Usman Janatin dan Harun. Keduanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta.
Sayangnya, gaung kepahlawanan Usman tidak cukup terdengar hingga ke Purbalingga. Bertahun-tahun nama Usman Janatin nyaris tidak dikenal luas oleh warga Purbalingga. Tidak ada satupun tetenger Usman Janatin di kota kelahirannya.
Itu sebabnya, pihak keluarga Usman Janatin merasa terharu ketika TNI AL hendak mengabadikan nama Usman Harun untuk sebuah KRI. Tapi pada saat yang sama, merasa nelangsa karena perhatian serupa nyaris tidak dirasakan dari pemerintah daerah.
"Kami bangga dan terharu. Tapi kami juga sedih karena disini, di tempat kelahirannya, nama Usman Janatin seperti terabaikan. Buktinya, pembangunan museum Usman Janatin mangkrak. Kami berharap pemerintah daerah bisa memfasilitasi agar pembangunan museum bisa selesai," ujar Siti Rodiyah, kakak kandung Usman Janatin.
Baru pada 2010, sebuah taman kota yang baru selesai dibangun setahun sebelumnya, diresmikan dengan nama Usman Janatin City Park. Bupati Triyono yang menggagas bangunan dengan nama Usman Janatin. (Toto Rusmanto)
Sumber : http://krjogja.com/read/204423/usman-janatin-pahlawan-yang-terlupakan.kr
diposkan oleh : Gita Pradina (09)
JOKO BODO
"joko, jika kelak kamu telah memiliki pasangan, cintai dia selamanya." joko dengan sigap menjawab "iya bu.siap". Dan akhirnya joko pun menikah. entahlah, joko belum juga dikaruniai anak. tapi ibunya maklum melihat anaknya yang memang kurang cerdas itu. Hingga suatu ketika ibu merasa heran karena istri joko sudah beberapa hari tidak keluar kamar. Karena penasaran ibu langsung saja masuk ke kamar anaknya dan ternyata istri joko sudah terbujur kaku "joko,astaghfirullah ini istrimu sudah meninggal." . joko dengan polosnya menjawab " meninggal bu ?" . ibunya menjelaskan "iya joko, lihat istrimu bahkan sudah berbau". joko bertanya lagi "apakah jika meninggal itu berbau bu ?".ibu menjawab "iya nak". akhirnya joko mengubur istrinya. Beberapa hari kemudian joko dan ibunya duduk di ruang tamu. Tanpa sengaja ibunya membuang gas "breeettt" joko merasa mencium bau kemudian ia berkata "ibu bau, berarti ibu sudah meninggal dong". dia langsung lari dan mengambil cangkul untuk mengubur ibunya. Ibunya syok dan terkena serangan jantung karena menghadapi JOKO BODO .
sekian dan terima kasih :)
diposkan oleh : Gita Pradina (09)
KURIKULUM 2013
diposkan oleh : aulia rahmah yp (05)
TEKS EKSPOSISI
Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau
informasi.
Ciri-ciri dari paragraf eksposisi, antara lain adalah:
- Berusaha menjelaskan tentang sesuatu
- Gaya bersifat informatif
- Fakta dipakai sebagai alat kontribusi
- Fakta juga dipakai sebagai alat konkritasi
- Paragraf eksposisi umumnya menjawab tentang askadimega
Tujuan teks eksposisi untuk memaparkan atau menjelaskan sesuatu agar
pengetahuan pembaca bertambah.
Contoh tema: Manfaat jejaring sosial facebook
Struktur Teks eksposisi adalah:
- Tesis (Pembukaan)
- Argumentasi (Isi)
- Penegasan ulang (Penegasan ulang)
Jenis-jenis Teks eksposisi adalah:
- Eksposisi definisi
- Eksposisi proses
- Eksposisi klasifikasi
- Eksposisi ilustrasi
- Eksposisi perbandingan
- Eksposisi laporan
Di banyak kota besar, kemacetan lalu lintas di jalan raya menjadi persoalan yang pelik. Sebenarnya ini merupakan yang tidak aneh. Meskipun demikian, kemacetan lalu lintas merupakan keadaan yang menjengkelkan kita sebagai pengguna jalan.
Jika diperhatikan, pada waktu-waktu tertentu lalu lintas di jalan-jalan tampak macet. Pada pagi hari, kemacetan lalu lintas mulai terasa ketika warga masyarakat mulai berangkat ke tempat mereka bekerja dan para pelajar mulai berangkat ke sekolah. Pada siang hari kemacetan lalu lintas mencapai puncaknya.
Banyak hal yang menjadi kemacetan lalu lintas. Pertama, adanya persilangan dengan jalan kereta api. Kedua, semakin banyak kendaraan yang berlalu lalang di jalan-jalan. Ketiga, banyak jalan digunakan sebagai parkir kendaraan dan sebagai tempat para pedagang kaki lima berjualan. Keempat, sering terjadi lampu lalu lintas mati. Kelima, sikap kurang terpuji pada pengemudi, seperti memberhentikan kendaraannya tidak pada tempatnya dan saling mendahului denan kendaraan lainnya. Terakhir, polisi lalu lintas tidak tampak di tempat tugasnya, apalagi jika lampu lalu lintas mati.
Dengan demikian, akibat kemacetan lalu lintas pun muncul, seperti waktu yang terbuang percuma. Selain itu, bahan bakar juga terbuang percuma. Kemacetan lalu lintas juga dapat menyebabkan polusi udara dan suara. Bahkan, dapat mengakibatkan stres yang menyerang kesehatan rohani kita.
Anekdot: Sarung Melorot
made by: Aghi (absen 2)






