Ada banyak iklan di televisi yang pernah saya lihat, dan slogannya pun berbeda-beda. Kali ini saya akan membahas tentang berbagai macam slogan iklan.
Contohnya seperti berikut, iklan beserta slogannya :
1. Bebelac > "you are my everything"
2. Nutrilon > "live is an adventure"
3. Cha cha > "enaknya dibawa berchanda"
4. Chitato > "life is never flat"
5. Mizone > "badan pikiran semangat oke lagi"
6. So klin pemutih > "putih makin putih"
7. Vaseline > "kekuatan menyembuhkan dari vaseline"
8. Sprite > "segarkan ekspresimu"
9. Big cola > "think big"
10. Energen > "minum makanan bergizi"
11. Hilo > "gerak lebih gesit"
12. Yamaha > "semakin di depan"
13. Madu tj > "madu asli pilihanku"
14. Oskadon > "pancen oye"
15. Tolak angin > "orang pintar minum tolak angin"
16. Lifebuoy > "lebih mutakhir"
17. Pepsodent > "gigi tetap kuat kini&nanti"
18. Rinso > "berani kotor itu baik"
19. HIT > "anti nyamuk generasi baru"
20. Oreo > "diputar dijilat dicelupin"
Contoh diatas adalah beberapa iklan beserta slogannya, semoga artikel yang saya berikan ini bisa bermanfaat. sekian dan terimakasih :)
Diposkan Oleh :
Aulia Rahmah Yulia Pindayani [ 05 ]
BERBAGAI SLOGAN IKLAN
Anekdot
A
|
Orientasi Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu melanda kota Jakarta. Gus Dur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.
Krisis Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. Padahal kan nyamuk sini cuma takut sama tiga roda…!”
Coda Lalu para Mentri kembali dalam keadaan tenang dan hening.
MAYAT TERSENYUM
Disuatu rumah sakit terdapat tiga mayat , yang pertama bernama Udin, yang kedua bernama Ipin, dan yang ketiga bernama Jono. Anehnya mayat tersebut dalam keadaan tersenyum. Dengan heran penjaga kamar mayat menanyakan kepada suster yang mengantarkan ketiga mayat tersebut
penjaga : sus, mengapa si Udin mati dalam kondisi tersenyum ?
suster : iya, soalnya dia kaget saat mendapatkan hadiah mobil.
penjaga : lalu, bagaiman dengan si Ipin ?
suster : iya dia juga mati karena serangan jantung setelah diberi kejutan ulang tahunnya.
penjaga : terus, si Jono bagaimana ?
suster : oh itu, dia mati karena tersambar petir
penjaga : (merasa heran) loh tersambar petir kok tersenyum ?
suster : oh iya karena kilatnya petir itu ia sangka sinar blitz kamera jadi dia mengira ia sedang di foto
penjaga : (tertawa terbahak-bahak)
diposkan oleh : Niken Maulidia (14)
TEKS OBSERVASI
- mengamati objek yang akan kita observasi.objek yang diamati haruslah objek tunggal
- mencatat data yang diperlukan.
- data yang dicatat haruslah data yang akurat sesuai pengamatan
- data yang disajikan hasil penelitian terkini.
- jika diperlukan dapat melakukan wawancara dengan
narasumber sebagai bukti penguat dan referensi.
setelah hal-hal diatas sudah sesuai, tinggal kita membuat teks laporan hasil observasi. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut.
- dalam penyusunan laporan hasil observasi kita harus menyusun teks sesuai dengan struktur teks laporan.
- sesuaikan dengan kaidah-kaidah((ciri-ciri) teks laporan hasil observasi.
- dalam penulisan laporan hasil observasi harus terdapat kalimat diskripsi dan kalimat difinisi.
- jika terdapat referensi yang lain sumber harus ditulis dalam laporan tersebut.
- tidak terdapat pandangan penlis atau simpulan.
- Judul = dibuat semenarik mungkin dan bersifat singkat padat dan jelas.
- Klasifikasi Umum : 1. Pendahuluan = berisi gambaran umum tentang objek yang akan diamati
- Aspek Yang Diamati : 1. Pelaksanaan, 2. Isi, 3. Kesimpulan dan Saran
CIRI-CIRI LAPORAN OBSERVASI
- Bersifat Global
- Sesuai dengan Fakta
- Dinyatakan dengan hubungan berjenjang
Pernyataan
umum
|
Hiu Paus
atau Whale shark (Rhincodon typus) merupakan ikan hiu terbesar
dan ikan terbesar di dunia.
|
Aspek yang
dilaporkan
|
Hiu paus
memiliki mulut besar yang lebarnya bisa sampai 1,4 meter.
|
Aspek yang
dilaporkan
|
Hiu paus
memiliki warna tubuh dengan corak khas yaitu berbintik dan bergaris kuning
muda dengan pola acak pada kulitnya yang berwarna abu-abu tua.
|
Aspek yang
dilaporkan
|
Meskipun
ikan ini namanya hiu paus, namun ikan ini tidak menakutkan karena makanan
utamanya adalah plankton
|
Aspek yang
dilaporkan
|
Ikan ini
dapat hidup di dekat pantai maupun di lepas pantai.
|
Cinta Ibu
ibu, engkau wanita yang mulia di mataku
kau mengandungku 9 bulan lamanya.
kau merawatku dengan nafasmu
kau baluti tubuhku dengan cintamu
Saat jemari kakiku belum mampu untuk berpijak
kau mengajariku untuk berdiri kokoh.
saat ku belum mampu menggenggam.
kau genggam tangan ini dengan kelembutanmu
Kupandang wajahmu ketika engkau tidur
nampak jelas cahaya yang bersinar
ketika kau terbangun dari tidurmu
bola matamu memancarkan cinta untukku
Aku tak tahu ketika nantinya kau pergi
dan kulihat engkau terbujur kaku
ketika ku tak lagi lihat bola matamu itu
ketika ku tak merasakan lembutnya tanganmu
Sungguh indah semua yang kau beri
kasih, sayang, cinta dan pengorbananmu
bahkan semua itu tak dapat kurangkai dengan kata-kata
terima kasih ibu untuk cintamu.
diposkan oleh : Gita Pradina (09)
" Usman Janatin, Pahlawan yang Terlupakan "
Aksi kedua prajurit Angkatan Laut itu merupakan bagian dari perang yang dicanangkan pemerintah RI terhadap Malaysia, yang kondang dengan sebutan Ganyang Malaysia. Bagi pemerintah Singapura, Usman dan Harun dicap teroris. Tapi bagi Indonesia, keduanya dianugerahi gelar pahwawan dan jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta.
Setelah puluhan tahun, nama Usman Janatin dan Harun Said nyaris tidak terdengar. Bahkan di Purbalingga, tempat kelahiran Usman Janatin, tidak banyak warga yang mengenalnya. Nama Usman Janatin baru mulai dikenal ketika pada 2009, Bupati Purbalingga waktu itu, Drs Triyono Budi Sasongko MSi membangun sebuah taman kota dan diberi nama Usman Janatin City Park alias Taman Kota Usman Janatin.
Kini, namanya semakin sering disebut-sebut menyusul protes Singapura terhadap kebijakan TNI AL yang hendak menamakan salah satu kapal perangnya dengan sebutan KRI Usman Harun.
Usman Janatin bin H Ali Hasan lahir 18 Maret 1943 di Dukuh Tawangsari Desa Jatisaba, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga. Anak kesepuluh dari 11 bersaudara pasangan Ali Hasan dan Rukiyah itu bergabung dengan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI-kini TNI AL) setelah melalui pendidikan militer di Korps Komando Operasi Angkatan Laut di Malang pada 1962.
Usai menjalani pendidikan militer, Usman ditugaskan kesatuannya melakukan penyusupan ke Singapura dalam mengemban tugas Dwikora. Saat itu, Presiden RI Soekarno tengah melancarkan perang dengan negara jiran Malaysia.
Dalam berbagai literatur disebutkan, pada 1964 Presiden Soekarno mengumumkan perang terhadap Malaysia dan dikenal dengan sebutan "Ganyang Malaysia'. Soekarno geram terhadap rencana Federasi Malayasia atau Persekutuan Tanah Melayu menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak kedalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan perjanjian Manila Accord.
"Ketika itu dia baru pulang bertugas Trikora di Irian Barat. Belum lama pulang dia dikirim lagi untuk tugas Dwikora ke Singapura untuk menggagalkan pembentukan negara Malaysia boneka Inggris," ujarnya.
Pada 8 Maret 1965, Usman dan dua rekannya sesama anggota KKO disusupkan ke Singapura melalui jalur laut. Bersama dua rekannya, termasuk Harun, Usman berhasil meledakkan obyek vital di Singapura untuk membuat kepanikan warganya. Upayanya kembali ke Indonesia gagal karena Usman dan Harun tertangkap oleh patroli laut setelah motorboat yang dikemudikannya kehabiasan bahan bakar.
Dua anggota KKO itu sempat dikurung di penjara Changi selama 3,5 tahun. Pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman mati kepada kedua prajurit itu. Upaya pemerintah Presiden Soeharto memintakan ampunan bagi kedua tentaranya tidak membuahkan hasil. Usman dan Harun menemui ajalnya di tiang gantungan di penjara itu pada 17 Okteber 1968.
Gugur dalam tugas negara, pemerintahan Soeharto menganugerahi gelar pahlawan bagi Usman Janatin dan Harun. Keduanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta.
Sayangnya, gaung kepahlawanan Usman tidak cukup terdengar hingga ke Purbalingga. Bertahun-tahun nama Usman Janatin nyaris tidak dikenal luas oleh warga Purbalingga. Tidak ada satupun tetenger Usman Janatin di kota kelahirannya.
Itu sebabnya, pihak keluarga Usman Janatin merasa terharu ketika TNI AL hendak mengabadikan nama Usman Harun untuk sebuah KRI. Tapi pada saat yang sama, merasa nelangsa karena perhatian serupa nyaris tidak dirasakan dari pemerintah daerah.
"Kami bangga dan terharu. Tapi kami juga sedih karena disini, di tempat kelahirannya, nama Usman Janatin seperti terabaikan. Buktinya, pembangunan museum Usman Janatin mangkrak. Kami berharap pemerintah daerah bisa memfasilitasi agar pembangunan museum bisa selesai," ujar Siti Rodiyah, kakak kandung Usman Janatin.
Baru pada 2010, sebuah taman kota yang baru selesai dibangun setahun sebelumnya, diresmikan dengan nama Usman Janatin City Park. Bupati Triyono yang menggagas bangunan dengan nama Usman Janatin. (Toto Rusmanto)
Sumber : http://krjogja.com/read/204423/usman-janatin-pahlawan-yang-terlupakan.kr
diposkan oleh : Gita Pradina (09)
JOKO BODO
"joko, jika kelak kamu telah memiliki pasangan, cintai dia selamanya." joko dengan sigap menjawab "iya bu.siap". Dan akhirnya joko pun menikah. entahlah, joko belum juga dikaruniai anak. tapi ibunya maklum melihat anaknya yang memang kurang cerdas itu. Hingga suatu ketika ibu merasa heran karena istri joko sudah beberapa hari tidak keluar kamar. Karena penasaran ibu langsung saja masuk ke kamar anaknya dan ternyata istri joko sudah terbujur kaku "joko,astaghfirullah ini istrimu sudah meninggal." . joko dengan polosnya menjawab " meninggal bu ?" . ibunya menjelaskan "iya joko, lihat istrimu bahkan sudah berbau". joko bertanya lagi "apakah jika meninggal itu berbau bu ?".ibu menjawab "iya nak". akhirnya joko mengubur istrinya. Beberapa hari kemudian joko dan ibunya duduk di ruang tamu. Tanpa sengaja ibunya membuang gas "breeettt" joko merasa mencium bau kemudian ia berkata "ibu bau, berarti ibu sudah meninggal dong". dia langsung lari dan mengambil cangkul untuk mengubur ibunya. Ibunya syok dan terkena serangan jantung karena menghadapi JOKO BODO .
sekian dan terima kasih :)
diposkan oleh : Gita Pradina (09)







